Publik Pertanyakan Release KASUS TERA

Read Time:1 Minute, 49 Second

KABUPATEN BEKASI (CB) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi diminta untuk rillis KASUS TERA. Seperti halnya Kejari Kabupaten Bekasi sudah me-rillis KASUS BULDOZER, agar KASUS TERA sama. “Menjadi pertanyaan, kenapa hanya kasus buldozer yang di rillis. Sedangkan kasus tera ngga ada. Bukankah Kejari waktu awal melakukan penahanan tersangka pada dua kasus itu bersamaan,” kata Jaelani Nurserha, Senin (08/11/2021).

Lanjutnya, mungkin saja belum di rillisnya kasus dugaan korupsi Tera ini karena Kejari masih terus melakukan pengungkapan, agar bisa menemukan tersangka baru. “Bisa jadi itu alasannya. Mengingat rillis Kasus Buldozer dipublikasikan setelah Kejari menetapkan tersangka baru yakni, Marketing PT. United Equipment Indonesia. Sedangkan pada Kasus Tera belum ada tersangka baru, sehingga belum di rillis,” ucapnya.

Kalau demikian, kata Jae, publik akan menunggu rillis dari Kejari Kabupaten Bekasi. Semoga jelas semua terkait kasus tera ini. Seperti halnya kapan disahkan Peraturan Daerah (Perda) terkait Retribusi Kabupaten Bekasi. Semoga semua terungkap jelas dalam rillis Kejari itu nanti.

“Karena Kasus Tera ini belum disebutkan nama Perusahaan (PT) yang retribusi nya digelapkan oleh dua orang tersangka pada Dinas Perdagangan. Sedangkan dugaan kerugian Negara sudah dipastikan oleh Kejari Rp.1 Miliar. Hal-hal inilah yang ditunggu oleh publik,” ujarnya.

Sekedar mengingatkan, Perda Retribusi Pajak Daerah Kabupaten Bekasi disahkan oleh DPRD Kabupaten Bekasi pada Hari Kamis (15 Maret 2018). Kala itu, Bupati Neneng Hasanah Yasin, menghadiri undangan Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi yang di Pimpin oleh Sunandar sebagai Ketua DPRD.

Kepala Seksie (Kasie) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Bekasi, Barkah Dwi Hatmoko, kepada media usai menetapkan dan menahan tersangka Kasus Tera dan Buldozer mengatakan, dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan retribusi pelayanan Tera/Tera Ulang tahun 2017 pada Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi yang tidak disetorkan ke Kas Daerah Kabupaten Bekasi. “Pada hari ini dua orang tersangka berinisial ML dan ES. Dua orang ini adalah pejabat struktural pada Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi pada tahun 2017.Perkara dugaan tindak pidana korupsi dua tersangka ini perhitungan kerugian keuangan Negara Rp.1 Milliar restibusi yang tidak disetorkan,” katanya.

Terkahir Jaelani, mengingatkan, tahun 2016 TERA masih menjadi kewenangan Provinsi. Tahun 2017 dilimpahkan ke Kota/Kabupaten Jawa Barat. “Akhirnya dibuatkan Perda Retribusi pada 2017 yang didalamnya ada Retribusi TERA. Kemudian 2018 disahkan oleh DPRD,” pungkasnya. (Boe)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *