Ketum Sniper Desak Pemerintah Gelontorkan Anggaran Untuk Pasien Isoman di Rumah

Read Time:1 Minute, 41 Second
Foto: Ketua Umum SNIPER, Gunawan

KABUPATEN BEKASI (CB) – Ketua Umum (Ketum) LSM Sniper Indonesia, Gunawan, mendesak pemerintah baik pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten/kota agar menggelontorkan anggaran dan menyediakan relawan kesehatan untuk penanganan pasien covid yang isolasi mandiri dirumah.

“Kalau saja pemerintah tidak segera ambil langkah taktis dalam penanganan pasien isoma, maka akan semakin banyak lagi korban yang meregang nyawa. Jujur saat ini tenaga medis sangat dibutuhkan karena penanganan korona berbeda dengan sakit yang sering diderita orang sakit pada umumnya. Yang isoma kalau tidak segera ditangani dengan baik, baik asupan vitamin dan makanan, pantauan medis setiap waktu. Pada akhirnya lewat juga (meninggal),” ungkap Gunawan, Rabu (07/07/2021).

Dalam kesempatan ini, ia mengatakan prihatin situasi masyarakat dalam menghadapi virus Corona. Terutama bagi yang isolasi mandiri dirumah. Setelah divonis positif, masyarakat itu dibiarkan sendiri tanpa ada pendampingan dari pemerintah.

Begini, lanjutnya, tentang pasien isoma. Mereka harus mendapat asupan obat-obatan, makanan dan pantauan medis setiap waktu untuk mengetahui perkembangan sakitnya. Selain pasien isoma harus mendapat perhatian ektra tenaga medis. Harusnya pemimpin di daerah mampu memberikan ketenangan terhadap warganya dimasa korona terus meningkat. Semisal, bagi masyarakat yang terpapar corona yang isolasi mandiri jangan khawatir karena pihak Pemkab Bekasi akan mensuplay kebutuhan gas, obat-obatan dan makanan ke setiap pasien yang isoma. Ini akan menambah imun. “Tapi faktanya di Kabupaten Bekasi tidak seperti itu,” ketusnya.

Gunawan, juga sempat menyindir peran anggota dewan dalam kasus ini. Menurutnya wakil rakyat ini sedang tidak ada maunya. Maka diam dan tidak terganggu dengan situasi ini. “Nah ini maksud saya. Dewan Kabupaten Bekasi kalau bener peduli bisa melakukannya. Masalahnya adalah dewan yang kita sama-sama sudah tahu, sudah hilang kepedulian dan rasa tanggungjawab terhadap masyarakat. Coba kalau dana pokfir nya dipangkas, pasti mereka kompak rame-rame melakukan perlawanan terhadap eksekutif,” Ucapnya.


“Dewan Kabupaten Bekasi sejak awal pandemi sampai hari ini corona meningkat suara mereka jadi sumbing dan seolah dimulutnya ada sumbatan sehingga sulit mangap. Saya mengajak kepada kawan-kawan semua agar jangan pernah takut menyampaikan sesuatu yang benar, sekalipun berlawanan dengan batu karang,” tutupnya. (Boe)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *