Sidak Pabrik Ivermectin, BPOM Dapatkan Produksi Ilegal, PENNY: Ini Berbahaya

Read Time:2 Minute, 52 Second

JAKARTA (CB) – Menjawab tudingan pihak terkait yang mengatakan
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mensabot perintah presiden dan menjadikan perang melawan Covid-19 sengaja dibikin kalah, Kepala BPOM, Penny Lukito, menjelaskan video yang beredar terkait inspeksi mendadak ke gudang obat Ivermectin merupakan pengawasan terhadap produksi obat ilegal.


Penny Lukito, mengatakan produksi ilegal dilakukan oleh PT. Harsen terhadap obat dengan nama dagang Ivermax 12 itu. “Kami sudah melakukan pembinaan dan pengawasan Badan POM terhadap kegiatan pembuatan Ivermectin PT. Harsen dengan dagang Ivermax 12. Tahap pembinaan melalui inspeksi, komunikasi BAP sudah disampaikan,” kata dia melalui konferensi, Jumat (02/07/2021).

Sampai saat ini PT. Harsen tidak menunjukkan iktikad baik dengan menjawab teguran dari BPOM. Untuk itu, ia mengatakan pihaknya dapat mengupayakan pendekatan sanksi.

PT. Harsen juga disebut mengedarkan obat tidak melalui jalur distribusi resmi. Ketentuan ini dilarang, karena distribusi Ivermectin hanya diizinkan melalui jalur yang ditetapkan pemerintah. Produksi ilegal yang dilakukan PT. Harsen adalah menggunakan bahan baku dan kemasan yang tidak sesuai ketentuan, serta menulis waktu kedaluwarsa tidak sesuai dengan yang ditetapkan BPOM.

Penny, menilai PT. Harsen telah mengedarkan obat yang belum dilakukan dengan pemastian mutu produk yang baik. Menurutnya hal ini bisa membahayakan masyarakat.

“Temuan-temuan tersebut bisa menyebabkan mutu obat menurun atau tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ini sangat berpotensi membahayakan masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, BPOM dicurigai sengaja melemahkan perang melawan Covid-19 dan mensabotase perintah presiden. Hal ini menyusul sikap mereka (BPOM, Red) melakukan inspeksi mendadak ke pabarik PT. Harsen Laboratories yang selama ini memproduksi ivermectine, obat cacing yang sudah terbukti mampu menyembuhkan pasien Covid-19.

Sudah seminggu BPOM melakukan sidak dan memblokir obat Ivermectine keluar dari pabrik PT. Harsen Laboratories. Hal ini disampaikan dr. Riyo Kristian Utomo, MH.Kes, CH, CMH, Cht., Direktur Marketing PT Harsen Laboratories kepada pers Jumat (02/07/2021).

“Sudah berhari-hari mereka nongkrong memeriksa semua faktur dipabrik. Sepertinya mereka tidak menginginkan obat ini beredar dan dipakai untuk melawan Covid,” ujarnya.

Menurut dia, tindakan BPOM telah mengganggu kinerja karyawan pabrik dan merugikan perusahaaan.”Tapi yang terpenting BPOM telah menghambat upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari Covid. Sebagai lembaga negara BPOM seharusnya yang paling bertanggung jawab melindungi rakyat. Bukan melucuti senjata rakyat melawan Covid,” tegasnya.

Ivermectine ini menurutnya memang obat untuk melawan parasit, tapi sudah terbukti diberbagai belahan dunia pemakaiannya menyelamatkan pasien Covid. “Saat ini semua upaya termasuk vaksinasi dilakukan untuk melindungi manusia untuk terserang covid, namun angka penularan terus meningkat. Nah, Ivermectine adalah harapan baru bagi penderita Covid hari ini agar bisa sembuh. Jadi kami pertanyakan niat BPOM menghambat distribusi Ivermectine sebagai senjata rakyat dalam perang melawan Covid,” ujarnya.

Dokter Riyo, mengingatkan kebijakan Presiden Jokowi, agar semua pihak bersatu dalam mengjadapi perang melawan Covid 19. “Mengapa BPOM justru seperti mensabot perintah presiden? Apakah kurang jelas penyataan Menteri BUMN Erick Thohir dan Kepala KSP Moeldoko yang menginginkan agar Ivermectine dapat segera dipakai oleh rakyat melawan Covid?” tegasnya.

Untuk itu dokter Riyo meminta agar semua pihak termasuk BPOM kembali fokus dan bersatu melayani kepentingan rakyat untuk memerangi Covid 19. “BPOM harus berhenti mengintimidasi kami menyediakan senjata Ivermectine melawan Covid. Jangan ada upaya sengaja agar kita kalah. Kita harus menang melawan Covid. Jangan ada yang menghalangi. Ini perang rakyat!” tegasnya.

Sementara itu seorang pegawai yang tidak mau disebut namanya menceritakan bagaimana BPOM telah mengganggu produksi Ivermectine di pabrik PT Harsen Laboratories. “Mereka seperti sengaja agar obat ini tidak keluar dari pabrik. Mereka pertanyakan dari mana obat beredar sampai di Pramuka. Kami tidak tahu menahu. Itu tugas BPOM kan,” ujarnya saat dihubungi. (rls)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *