Dua Tokoh Nasional Hadiri Halal Bi Halal Komunitas Phoenam Jakarta

Jakarta, (CB) – Komunitas Phoenam Jakarta, menggelar Halal Bi Halal 1442 H, di Markas Phoenam Domino (Warkop Phoenam), Jalan KH. Wahid Hasyim Nomor 12 Menteng Jakarta Pusat, Jum’at malam (28/5/2021).


Menerapkan protokol kesehatan yang ketat, acara Halal Bi Halal tersebut dihadiri oleh dua Tokoh Nasional yaitu Menteri Pertanian RI, H. Syahrul Yasin Limpo dan Mantan Ketua Umum PSSI, H.M.A. Nurdin Halid.

Dalam acara tersebut, Muhammad Risman Pasigai selaku MC memberikan kata pengantar, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Panitia Halal Bi Halal Thamrin Barubu mengucapkan selamat datang kepada Syahrul Yasin Limpo dan Nurdin Halid.

Kata dia, kedua tokoh tersebut saat ini merupakan kebanggaan masyarakat warga Bugis Makassar.“Terima kasih dan selamat datang kepada Pak Syahrul dan Pak Nurdin, serta senior-senior dan para sahabat yang sempat hadir dalam acara ini. Semoga acara ini membawa berkah bagi kita semua,” kata Thamrin Barubu.

Sementara itu, Nurdin Halid mengapresiasi terselenggaranya acara Halal Bi Halal tersebut.

Kata dia, acara tersebut merupakan indikator bahwa komunitas penikmat Kopi Phoenam senantiasa bertekad untuk menjadi manusia yang bernilai.

Pasalnya jelas Nurdin, manusia yang bernilai adalah manusia yang memiliki karakteristik jujur, terbuka, bertanggung jawab, menghargai orang lain dan mau berkorban untuk orang lain.

“Warga Phoenam ini rela mengorbankan waktunya untuk keluarga demi sharing informasi, sharing komunikasi dan sharing pergaulan di Kopi Phoenam,” ujar Mantan Pelaksana Ketum Partai Golkar itu.

Selain itu, Nurdin juga mengajak warga penikmat Kopi Phoenam untuk tidak berhenti berkreativitas di tengah pandemik Covid-19.

Menurutnya, meskipun pandemik Covid-19 belum berlalu namun produktivitas tidak boleh berhenti karena dalam hidup selalu ada keseimbangan antara kesehatan dan produktivitas.

“Tanpa aktivitas, tidak ada produktifitas,” jelasnya.

Senada dengan itu Menteri Pertanian RI., H. Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa ciri khas orang Bugis-Makassar adalah senantiasa memegang teguh prinsip Siri na Pacce, sikamaseng dan sipatotong

“Menjunjung tinggi prinsip-prinsip Siri na pacce, kebersamaan dan persaudaraan itu ciri khas Bugis Makassar,” ujar SYL.

Dia juga mengatakan bahwa dalam memelihara eksistensinya di tengah masyarakat, warga Bugis Makassar senantiasa membentuk komunitas.

Lanjutnya, komunitas tersebut merupakan salah satu media untuk menjalankan diplomasi dan negosiasi.

“Kita ini adalah bangsa pejuang yang tidak biasa makan sendiri, dan hal ini harus kita segarkan kembali. Filosofi orang Bugis – Makassar bukanlah hal yang dikarang-karang, karena orang Bugis – Makassar selalu mengedepankan diplomasi dan negoisasi,” pungkas SYL.

Hikmah Halal Bi Halal Komunitas Phoenam dan ditutup dengan doa oleh Ustatz Ahmad Toyyib.(Den)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *